Sabtu, 14 Maret 2015

Hasil Kebudayaan Masyarakat Indonesia pada Masa lalu

Indonesia terdiri atas ribuan pulau sehingga disebut negara kepulauan.  Pulau-pulau di Indonesia dikelilingi oleh lautan sehingga penduduk di setiap pulau hidup dan menetap terpisah satu sama lain. Selanjutnya, penduduk membentuk suku sendiri-sendiri. Setiap suku memiliki kebiasaan hidup dan adat istiadat yang berbeda. Perbedaan kebiasaan hidup umumnya dipengaruhi oleh lingkungan alam tempat mereka tinggal.

Lama-kelamaan kebiasaan hidup dan adat istiadat menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi penerusnya secara urun-temurun dan terus dilestarikan hingga saat ini. Berikut ini beberapa hasil kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa lalu. Hasil Kebudayaan Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara

a. Hasil Kebudayaan Masyarakat Indonesia pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

1)  Kapak Perimbas

Kapak perimbas adalah sejenis kapak yang digenggam  dan berbentuk masif. Kapak ini tidak memiliki tangkai dan digunakan dengan cara menggenggam. Alat ini berupa batu yang dibentuk menjadi semacam kapak. Teknik pembuatannya masih kasar, dan tidak mengalami perubahan dalam waktu yang panjang, bagian tajam kapak jenis ini hanya pada satu sisi. Tempat ditemukannya antara lain di Lahat (Sumatra Selatan),  Kamuda (Lampung), Bali, Flores, Timor, Punung (Pacitan,  Jawa Timur), Jampang Kulon (Sukabumi, Jawa Barat), Parigi, Tambangsawah (Bengkulu).

2)  Kapak Penetak
Kapak penetak dibuat dari fosil kayu. Kapak penetak  memiliki bentuk yang hampir sama dengan kapak perimbas, bagian tajamnya berliku-liku. Kapak penetak ini bentuknya lebih besar daripada kapak perimbas dan cara pembuatannya  masih kasar. Kapak ini berfungsi untuk membelah kayu, pohon,  bambu, atau disesuaikan dengan kebutuhannya. Kapak penetak ini ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

3)  Pahat Genggam
Pahat genggam dibuat dari kalsedon dan fosil kayu,  berukuran sedang dan kecil. Pahat genggam memiliki
bentuk yang lebih kecil dari kapak genggam. Para ahli menafsirkan bahwa pahat genggam mempunyai fungsi untuk menggemburkan tanah. Alat ini digunakan untuk mencari umbiumbian yang dapat dimakan.

4)  Alat Serpih
Alat serpih merupakan batu pecahan sisa pembuatan  kapak genggam yang dibentuk menjadi tajam. Alat tersebut berfungsi sebagai serut, gurdi, penusuk, dan pisau. Tempat ditemukannya alat serpih ini antara lain di Punung (Pacitan, Jawa Timur), Sangiran, Ngandong (lembah Sungai Bengawan Solo), Gombong (Jawa Tengah), Lahat, Cabbenge, dan Mengeruda (Bagian Barat Flores, NTT).

5)  Alat-Alat dari Tulang
Alat-alat dari tulang dibuat dari tulang-tulang binatang buruan,  seperti tanduk menjangan, duri ikan pari, ada kemungkinan digunakan sebagai mata tombak. Alat-alat itu ditemukan di Gua Lawang di daerah Gunung Kendeng, Bojonegoro. Di gua-gua di daerah Tuban (Gua Gedeh dan Gua Kandang) ditemukan alat-alat dari kulit kerang berbentuk sabit (lengkung).